Liverpool Vs Chelsea: Mencari Penawar Luka

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, merayakan golnya ke gawang Chelsea pada pertadningan pekan ke-34 antara Liverpool dan Chelsea di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (14/4 - 2019) malam WIB. (Reuters/Phil Noble)
14 Agustus 2019 14:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, ISTANBUL — Liverpool dan Chelsea tiba di ajang Piala Super UEFA 2019 dengan kondisi berbalik 180 derajat. The Reds tengah on fire setelah membungkam Norwich dengan skor 4-1 di pekan perdana Liga Premier 2019/2020. Sebaliknya, Chelsea menjadi pesakitan lantaran dihantam Manchester United dengan skor amat telak, 0-4.

The Blues tentu berambisi memboyong Piala Super UEFA sebagai pelipur lara atas kekalahan menyakitkan dari United. Faktanya, Liverpool diyakini juga bakal ngotot untuk meraih trofi di ajang yang mempertemukan juara Liga Champions dan Liga Europa itu.

Jordan Henderson dkk. tentu masih ingat kekalahan menyakitkan dari Manchester City di ajang Community Shield pekan lalu. Saat itu mereka dipaksa menelan pil pahit setelah kalah 4-5 lewat adu penalti.

Bek Liverpool, Joe Gomez, mengatakan kegagalan di Community Shield hanya akan membuat timnya semakin lapar gelar. Gomez menyebut The Reds bakal mengusung misi penebusan saat melawan tim asuhan Frank Lampard. Duel perdana sesama tim Inggris di Piala Super UEFA itu akan berlangsung di Stadion Vodafone Park, Istanbul, Kamis (15/8/2019) dini hari WIB.

“Saya rasa itu akan jadi target kami tahun ini, untuk mendapatkan trofi sebanyak mungkin. Semoga kami bisa memenangi Piala Super, tapi ini jelas tak mudah karena kami melawan tim yang kuat,” ujar Gomez dilansir liverpoolfc.com, Selasa (13/8/2019).

Liverpool sejauh ini sudah tiga kali memenangi Piala Super UEFA (dulu bernama Piala Super Eropa) masing-masing tahun 1977, 2001, dan 2005. Adapun The Blues baru sekali memboyong trofi tersebut yakni pada tahun 1998.

Lampard jelas butuh membenahi lini belakangnya apabila ingin mendatangkan trofi perdana Piala Super UEFA setelah 21 tahun. Tanpa pembenahan berarti, Chelsea bisa kembali dikoyak-koyak, apalagi di laga nanti Liverpool sudah dapat memainkan Sadio Mane.

Kolaborasi Mane bersama Mohamed Salah dan Roberto Firmino tentu sangat berbahaya bagi duet anyar macam Kurt Zouma dan Andreas Christensen. Jangan lupa, Salah punya statistik gemilang ketika melawan The Blues. Bintang Timnas Mesir itu mencetak lima gol dari delapan pertemuan terakhir kontra Chelsea di semua kompetisi.

“Kami harus benar-benar siap. Ini merupakan piala yang benar-benar ingin dimenangi oleh klub. Saya belum pernah memenangi itu, banyak pemain di luar sana yang tak pernah memenangi itu, jadi kami harus mengerahkan segala kemampuan,” kata Lampard dilansir uefa.com.