Dilarang Hadir di Derby Mataram, Begini Komentar Brajamusti

Pertandingan Persis Solo melawan PSIM Jogja pada 2013. - JIBI/Solopos/dok
14 Agustus 2019 17:25 WIB Jumali & Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, JOGJA — Duel Persis Solo melawan PSIM Jogja dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Wilis, Madiun, Jumat (16/8/2019) kemungkinan tak akan dihadiri oleh suporter tim tamu. Panpel mempertimbangkan faktor keamanan sehingga tak memberi kuota untuk suporter lawan.

Kelompok suporter PSIM Jogja yang tergabung dalam Brayat Jogja Mataram Utama Sejati (Brajamusti) belum mengambil sikap menyusul tiadanya kuota untuk suporter Laskar Mataram pada Derby Mataram tersebut. Brajamusti masih menunggu surat resmi dari Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persis Solo ihwal larangan tersebut.

“Kami baru akan rapatkan besok malam. Jadi belum ada keputusan dan belum bisa berikan pernyataan. Sampai sore ini belum ada surat resmi juga dari pihak panpel maupun polres setempat,” kata Presiden Brajamusti Muslih Burhanudin kepada Harianjogja.com, Selasa (13/8/2019) sore.

Pria yang akrab dipanggil Tole ini mengatakan berdasarkan koordinasi awal dengan Polresta Madiun, Derby Mataram tersebut belum mendapatkan rekomendasi dari Polda Jawa Timur. Musababnya, Derby Mataram digelar sehari setelah Derby Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, mengatakan Derby Mataram hampir selalu dipanaskan rivalitas di dalam dan di luar lapangan. Hal tersebut berpotensi memicu hal tak diinginkan yang bisa merugikan tim maupun suporter.

Menurut Langgeng, Panpel Persis tengah menggodok sejumlah formula agar laga sarat gengsi tersebut dapat berjalan lancar. Salah satunya adalah melarang suporter tim tamu ke Stadion Wilis. PSIM memiliki kelompok suporter Brajamusti, The Maident, dan Jogjakartans, yang biasa disebut saat laga tandang.