Derbi Mataram: Main Lepas Saja, Persis Solo!

Persis Solo (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
16 Agustus 2019 09:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, MADIUN - Laga sepak bola bertajuk Derbi Mataram yang mempertemukan Persis Solo melawan PSIM Jogja selalu membawa aura tertentu dalam setiap edisinya. Hal itu pula yang bakal terjadi pada lanjutan Liga 2 Indonesia 2019 wilayah timur di Stadion Wilis, Kota Madiun pada Jumat (16/8/2019) mulai pukul 15.30 WIB.

Setelah enam tahun tak berjumpa, laga panas antara dua klub tersebut akhirnya kembali terulang di Stadion Wilis, Kota Madiun, yang menjadi home base Laskar Sambernyawa. Dalam catatan sejarah, pada dua pertemuan terakhir antara dua tim bertetangga tersebut, Persis memang tidak bisa meraih kemenangan.

Persis kalah saat melawat ke markas PSIM di Jogja dengan skor 1-4 di putaran pertama Grup 5 Divisi Utama PT. LI pada 26 Maret 2013. Selanjutnya, pada laga kandang di Stadion Manahan, 27 April 2013, tuan rumah hanya mampu bermain imbang 0-0.

Persis pun mengusung misi untuk memperbaiki catatan kontra PSIM. Kemenangan itu juga bakal memuluskan langkah Laskar Sambernyawa mengudeta posisi puncak klasemen yang saat ini ditempati PSIM. Pelatih sementara Persis, Choirul Huda, mengungkapkan anak-anak asuhnya telah siap secara teknis dan mental.

Mereka memiliki motivasi untuk menang pada laga sarat gengsi tersebut. Dia meminta seluruh pemain tidak tertekan dengan panasnya laga derbi tersebut. Pemain diminta bermain lepas sehingga mampu meraih kemenangan di laga kandang tersebut.

“Saya sampaikan untuk enggak terlalu terbebani. Dinikmati saja. Tak usah ikuti berita di luar. Ini bisa jadi momen baik. Kalau hasilnya bagus [menang], Persis akan jadi pimpinan klasemen,” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Kamis (15/8/2019).

Ia menuturkan seluruh pemain telah bersama-sama menyaksikan cuplikan empat laga terakhir PSIM untuk mengetahui karakteristik lawan. Menurutnya, PSIM masih bertumpu pada Christian Gonzales. Artinya, hampir seluruh bola dari sayap maupun dari tengah diarahkan ke Gonzales untuk dikonversi menjadi gol.

“Memang Gonzales ini berbahaya. Dia pemain yang bisa melindungi bola. Tapi kami juga harus mewaspadai pergerakan lini kedua PSIM. Kalau suplai bola ke Gonzales ditutup, tentu kesempatannya mencetak gol juga berkurang,” kata mantan asisten pelatih Perseru Serui tersebut. (Ivan Andimuhtarom/JIBI)